Digg StumbleUpon LinkedIn YouTube Flickr Facebook Twitter RSS Reset

Hari Ini Aku Harus Bahagia

Tanpa alarm aku bangun jam 5 pagi walaupun aku malamnya begadang sampai jam 1 tapi hari ini tidak, tidak seperti hari hari sebelumnya biasanya alarm berbunyi pun aku tak sanggup membangunkan badanku yang ringan ini. Tidak lupa aku langsung menunaikan kewajibanku yang 2 rokaat karena menurutku bangun sholat subuh tanpa alarm bahagianya tidak ternilai dengan apapun juga.

bahagia

Kebahagiaan Ayah dengan Anaknya

Bagiku pagi hari adalah hal yang sangat berpengaruh pada kegiatanku pada hari itu. Sesuai dengan motivasi ku dengan doa doa yang telah panjatkan kepada yang ALLAH SWT aku ingin menjalankan hari ini dengan penuh semangat penuh motivasi penuh senyuman manis yang bisa kutebarkan ke teman saudara maupun tetangga. Hari ini aku memulai dengan melihat baju kotorku yang sudah aku cuci semalam, dan melanjutkan dengan melihat motorku yang sudah kusam karena sudah seminggu lebih kuda besiku tidak terkena air maka kuputuskan mencuci motor matic kesayanganku terlebih dahulu.

Aku masih teringat kata temenku, dia berkata “jangan bersandar pada manusia, bersandarlah pada tuhan” otak kanan dan kiri ku langsung menciptakan kata kata yang siap untuk dikeluarkan dari mulutku dan otak kanan ku berkata bahwa “Betul segalanya sesuatu masalah akan terasa sangat mudah untuk diselesaikan apabila kita melibatkan tuhan” dan otak kiri ku berkata “Setiap orang pasti membutuhkan bantuan dari orang lain” jadi kusimpulkan bahwa semua yang manusia hidup karena tuhan dan apabila kita bersandar pada manusia maka kita hanya mendapatkan apa yang ada di dunia saja tapi apabila kita bersandar pada tuhan maka kita akan mendapatkan apa yang ada di dunia dan apa yang ada di akhirat.

Pagi menjelang siang.. matahari pun sudah memancarkan sinar terangnya, tak terasa sudah 2 kegiatan yang aku lakukan hari ini pakaian yang sudah aku cuci semalam sudah aku jemur di halaman depan rumah dan motor matic kesayanganku sudah bersih layaknya baru :D.

Sudah waktunya berangkat kerja tepatnya pukul 8.35 aku berangkat dari rumah, sesampainya di kantor langsung melakukan pekerjaan seperti biasa setiap harinya. Dan setelah selesai waktu kerjaku, saya langsung bergegas pulang. Soal kerja, saya sering bertanya pada sendiri “kapan yah aku bisa jadi PENGUSAHA seperti bosku.. apakah aku akan terus menjadi karyawan dan tidak pernah menjadi pemilik suatu perusahaan ?” Pyarrrrrrr…..

Perkenalkan nama saya ali, bagi yang belum kenal panggil saja “mas” bagi yang sudah kenal saya panggil saja “Mas Ali”, umur saya sekian.. saya lahir tahun sekiaan.. dikota sekiaan, saat ini saya bekerja di salah satu perusahaan sekian, sekiann dan terima kasih, hehe ngga deh, Sebenernya saya tidak perlu menjelaskan tentang siapa diri saya ini secara detail karena suatu saat nanti kalian akan tau sendiri bahkan mencari tahu siapa Mas Ali itu hahaha, tentunya karena hal positif bukan yang negatifnya aamiin ya guys. Dari beberapa bait cerita pendek diatas menceritakan aktifitas hampir setiap hari yang saya lakukan seperti itu, membosankan sih terkecuali dari kegiatan wajib saya.

Ini bukan soal mengeluh tentang apa yang saya lakukan namun ini sebab akibat dari apa yang saya impikan jauh jauh sebelumnya. Perlu diketahui bahwa Doktrin yang dibawa sejak dari kita sekolah dasar bahkan dari taman kanak-kanak yaitu kita bercita cita sebagai pekerja, contoh :

Ibu guru TK : Jono.. cita cita kamu besok ingin jadi apa ?

Jono : contohnya kaya apa ibu guruuuuu ? ( balik nanya )

Ibu guru : Kamu ingin jadi apa, tadi Mawar kan pengin jadi Perawat..

Jono : Ohhhh.. aku besok ingin jadi pasienya mawar aja bu, biar tiap   hari selalu ada buat mawar … ( Ibu guru pingsan setengah sadar )

Yessss.. itu adalah sepenggal kata bahwa sejak dari kecil kita sudah di “budidayakan” ehmm.. maaf maksud saya di kasih daya ingat untuk menjadi pekerja, jarang sekali ada anak yang bercita cita ingin menjadi pengusaha. Tidak itu saja, bahkan dari sudut pandang orang tua mayoritas menginginkan anaknya ingin menjadi salah satu karyawan di perusahaan perusahaan besar. “Besok kalo sudah lulus SMA kamu harus kuliah, trus jadi PNS” , “Besok kalo kamu sudah lulus SMK kamu harus bisa jadi karyawan di PT. Yamah* , PT. Astra Hond* , PT. Toyot*”. Yah, begitulah kita yang berumur 20 tahun ke atas mayoritas sudah di doktrin dengan kata kata seperti itu, bisa jadi menginginkan menjadi PNS karena hidupnya terjamin, banyak contohnya dari tetangga ataupun yang lain atau Kerja di PT itu sejahtera contoh si anu tuhh.

Namun, apakah kita ingin penghasilan kita di atur sama bos, sama pemerintah ? Tentu tidak, kita di ciptakan dengan sangat semurna oleh ALLAH SWT, dan tak dapat di sangkal bahwa setiap manusia punya kebutuhan setiap hari bukan setiap bulan.

Seperti dikutip laman www.pendidikanekonomi.com,

“Data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah menyebutkan jumlah wirausahawan Indonesia hanya 1,9 persen dari 250 juta penduduk (Pratama, 2013). Data tersebut masih belum mencapai batas minimal yang diperlukan suatu negara agar bisa menjadi negara maju.

Apabila dibandingkan dengan Negara Maju seperti Singapura, jumlah 1,9% tersebut tergolong angka yang sangat kecil. Jumlah wirausaha di Singapura mampu mencapai angka 7% dari jumlah penduduknya. Tentu saja, angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan Indonesia.”

Dari rangkuman data di atas, banyaknya pengusaha/wirausaha sangat berpengaruh pada kemajuan suatu negara.

Kita beralih ke topik berbeda karena saya bukan orang yang mensurvey suatu perhitungan semacam itu, hanya untuk pengetahuan saja. Selanjutnya kita bisa menyimpulkan sendiri sendiri dari bacaan sampai paragraf ini.

“Loh, mas ali ini judul artikelnya kan “Hari Ini Aku Harus Bahagia” kok isi artikelnya ngga ada yang nyambung kesitu ?”

Jawabanya : “Bahagia itu kita yang nentuin, bukan judul, bukan penulis bukan pemilik website, bukan orang lain.. Intinya yang bahagia adalah yang merasa ikhlas dan cukup dengan apa yang telah dia terima serta tidak punya hutang.

Semoga bermanfaat 🙂

 

 

No comments yet.

Leave a Comment